Siapa Pak Besar

Karakter Pak Besar dan Mister Wasis adalah sosok rekaan yang terinspirasi oleh karakter Pak Ageng dan Mister Rigen.

Sedangkan Pak Ageng dan Mister Rigen adalah karakter pseudo-narsistik dari Pak Oemar Kayam yang terlalu tersohor tersebut. Oemar Kayam, siapa tak kenal budayawan UGM yang mempopulerkan Mr Rigen dan Pak Ageng dalam glenyengan Koran Kedaulatan Rakyat terbitan Yogyakarta. Mangan ora Mangan Kumpul, Sugih Tanpa Bandha, Madhep Ngalor Sugih, Ngidul Sugih, Para Priyayi dan seterusnya. Novelnya popular dalam bahasa yang sarat kritik. Demikian pula esai-esainya yang ditulis selama menjadi penulis tetap di Kedaulatan Rakyat dan juga majalah Tempo. Bahasa sederhana, jenaka, tetapi menggigit itulah khas Pak Ageng, Umar Kayam, jebolan Cornel University negeri Paman Sam. Priyayi yang lahir tahun 1932 di Ngawi Jawa Timur, sudah mendarah daging dengan udara dan garam Yogyakarta. Muridnya tak terhitung jumlahnya di Univeristas Gadjah mada, UI, Udayana, maupun universitas lainnya yang ada di Indonesia bahkan manca negara.

Terinspirasi dari tulisan Pak Oemar Kayam yang saya idolakan, maka karakter Pak Besar dan Mister Wasis ini dibentuk sebagai sarana kekangenan. Mengangkat cerita masih berkisar dari sudut pandang Jogjakarta. Tentang yang terjadi di Jogjakarta sendiri, sekaliber nasional, maupun filosofis abal-abal seadanya.

Bila mana ada yang kurang berkenan, silakan kiranya ditegur langsung ke kulonuwun@pakbesar.web.id

Namun bilamana suka, sudi kiranya berbagi cerita ini kepada sesama.

Matur thank you dan terima kasih,